Skip to main content

Getting Better

Meminta cuti 15 hari sekaligus sebenarnya bukan perkara mudah. Saya sampai memohon untuk potong gaji atau minta unpaid leave selama sebulan demi bulan April. Untunglah atasan saya mengijinkan dan jatah cuti saya tahun 2017 pun ludes, dengan kelebihan cuti yang akan dilimpahkan untuk tahun berikutnya.

Dengan konsultasi psikolog jadi memahami masalah saya dengan lebih jelas. Lalu dengan menggunakan tiket pesawat saya jadi punya motivasi hidup yang lebih jelas meskipun short term. Beberapa kali sebenarnya saya masih suka kumat dan ada kejadian-kejadian tidak menyenangkan bertubi-tubi. Tapi syukurlah saya berhasil melewati 2016 dengan selamat.

Saya pun selesai dengan pekerjaan bagian saya di 2016 dan mendapatkan tugas proyek baru. Emosi saya setelahnya langsung jauh membaik. Ternyata benar saya memang kena burnout dari proyek sebelumnya. Meski masih sering merasa cemas, pikiran saya sudah lebih plong dan saya tidak lagi memaksakan diri untuk lembur-lemburan.

Sekitar bulan Februari hasil ujian N4 saya keluar dan saya lulus meski dengan nilai pas-pasan. ^^; Tapi begitupun saya tetap bersyukur karena jadi mantap untuk meneruskan belajar bahasa Jepang dan mungkin mengambil ujian N3 di akhir tahun ini.

Kesenangan baru saya adalah membuat jadwal perjalanan ke Jepang di bulan April. Saya maupun adik saya sangat bersemangat menyusun list serta menghitung kebutuhan kami di sana. Berbeda dengan 2014, kondisi adik saya sedang bagus sehingga dia agak royal untuk perjalanan kali ini. Dulu kami ke Osaka, Tokyo, dan Kyoto. Kali ini kami dari Tokyo hendak melintasi Kanagawa, menuju Nagano dan Niigata, dan berkunjung ke Sendai sebelum kemudian kembali ke Tokyo.

Japan here I come. ~

Comments

Popular posts from this blog

Enjoying Office Life

Tadinya saya pikir saya lebih cocok freelance dan bekerja sendiri, tapi ternyata berkantor dan belajar bekerja sama dengan orang lain juga menyenangkan dan jadi pengalaman yang tak kalah penting. Saya sangat menyukai pekerjaan saya. Teman-teman di kantor menyenangkan, dan perusahaan menerapkan sistem meritokrasi yang berdasarkan kemampuan pegawai. Gaji mungkin tidak sebesar kantor-kantor besar yang lebih established. Tapi cukup untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari. Ditambah dengan proyek sampingan di luar kantor, saya masih bisa punya budget menabung rutin dan sesekali bersenang-senang. Melewati masa muda ketika krismon 98 dan melihat ayah saya berapa kali gagal bayar pinjaman bank membuat saya selalu menabung supaya ada dana darurat. Dan meski sudah jadi karyawan tetap beberapa tahun, saya juga masih sering takut kalau suatu waktu kondisi tidak bagus dan harus berhenti ngantor tanpa ada bemper. Pelan-pelan kantor semakin berkembang dan tantangan semakin bermunculan dengan pr...

About Me?

Bila dikisahkan, saya rasa 30 tahun terakhir kehidupan saya mungkin sesuatu yang umum ditemukan. Genrenya boleh dikatakan slice of life yang sesekali dramatis. Belum tahu endingnya akan seperti apa, bisa saja jadinya kentang. Tapi sekentang-kentangnya semoga masih bisa jadi french fries atau baked potato yang memberi kebahagiaan. (eh gimana?) Saya lahir sebagai anak perempuan pertama dari 2 bersaudara di keluarga berlatar belakang minoritas dan kelompok ekonomi menengah tanggung. Ngga pantes dibilang miskin tapi dibilang kaya juga susah. Pernah sih ada momen yang bolehlah disebut lumayan kaya, tapi sejak krismon 98, grafis keuangan keluarga terus menurun. Meski mepet-mepet, saya cukup beruntung segala kebutuhan saya dari kecil hingga dewasa terpenuhi dengan baik. Orang tua saya juga termasuk yang memberi kebebasan untuk saya mengeksplor hobi sedari kecil. Meski keduanya tidak lulus SD, mereka menganggap pendidikan adalah penting untuk anak-anaknya dan bekerja keras menyekolahkan ...

2 Januari 2015

Waktu itu saya terbangun di pagi buta dengan firasat yang aneh. Seperti ada yang menyuruh "Ayo ke Jepang!" Tidak biasanya memang saya bangun kepagian. Apalagi pake firasat-firasat segala. Beberapa bulan sebelumnya saya memang baru berwisata ke Jepang bersama adik saya. Jadi mungkin sekedar kangen ingin jalan-jalan lagi saja. Atau mungkin juga itu firasat untuk melarikan diri dari situasi-situasi menyebalkan di masa depan.  "Tahu diri lah sama isi dompetmu" pikir saya selanjutnya. Lalu saya pun kembali melanjutkan tidur. Besok sudah kembali ngantor jadi marilah puas-puasin di penghujung hari libur Tahun Baru 2015.