Skip to main content

Enjoying Office Life



Tadinya saya pikir saya lebih cocok freelance dan bekerja sendiri, tapi ternyata berkantor dan belajar bekerja sama dengan orang lain juga menyenangkan dan jadi pengalaman yang tak kalah penting.

Saya sangat menyukai pekerjaan saya. Teman-teman di kantor menyenangkan, dan perusahaan menerapkan sistem meritokrasi yang berdasarkan kemampuan pegawai. Gaji mungkin tidak sebesar kantor-kantor besar yang lebih established. Tapi cukup untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari. Ditambah dengan proyek sampingan di luar kantor, saya masih bisa punya budget menabung rutin dan sesekali bersenang-senang.

Melewati masa muda ketika krismon 98 dan melihat ayah saya berapa kali gagal bayar pinjaman bank membuat saya selalu menabung supaya ada dana darurat. Dan meski sudah jadi karyawan tetap beberapa tahun, saya juga masih sering takut kalau suatu waktu kondisi tidak bagus dan harus berhenti ngantor tanpa ada bemper. Pelan-pelan kantor semakin berkembang dan tantangan semakin bermunculan dengan proyek-proyek yang juga makin besar.

Sedikit-sedikit menjadi bukit, bisa mulai beli sekeping emas, investasi kecil-kecilan, dan menabung deposito. Tapi semuanya masih tidak cukup untuk memberi saya keamanan finansial. Nama saya sudah blacklist kredit bank karena dipakai untuk hutang usaha orangtua. Tabungan saya juga masih antara bumi dan langit dari harga rumah, dan nyicil kreditnya tak mungkin dikasih.

Kalau ngumpulin uang buat hutang dan rumah, bisa lunas sekalipun, mungkin saya sudah keburu tua dan sudah susah kemana-mana. Bisa dibilang saya menyerah untuk punya tempat tinggal yang aset saya sendiri. Tapi setidaknya saya ingin bisa jalan-jalan ke Jepang sebelum usia 30 dan masih bugar.

Tak punya rumah, tapi jalan-jalan backpacking pun jadi. Tahun 2014, saya dan adik saya yang juga sudah memiliki penghasilan sendiri, akhirnya pertama kali menjejakkan kaki ke Jepang di awal musim gugur. Osaka, Kyoto, Fujikawaguchiko, dan Tokyo, semuanya menjadi kenangan perjalanan yang berharga untuk kami berdua.



Comments

Popular posts from this blog

Getting Better

Meminta cuti 15 hari sekaligus sebenarnya bukan perkara mudah. Saya sampai memohon untuk potong gaji atau minta unpaid leave selama sebulan demi bulan April. Untunglah atasan saya mengijinkan dan jatah cuti saya tahun 2017 pun ludes, dengan kelebihan cuti yang akan dilimpahkan untuk tahun berikutnya. Dengan konsultasi psikolog jadi memahami masalah saya dengan lebih jelas. Lalu dengan menggunakan tiket pesawat saya jadi punya motivasi hidup yang lebih jelas meskipun short term. Beberapa kali sebenarnya saya masih suka kumat dan ada kejadian-kejadian tidak menyenangkan bertubi-tubi. Tapi syukurlah saya berhasil melewati 2016 dengan selamat. Saya pun selesai dengan pekerjaan bagian saya di 2016 dan mendapatkan tugas proyek baru. Emosi saya setelahnya langsung jauh membaik. Ternyata benar saya memang kena burnout dari proyek sebelumnya. Meski masih sering merasa cemas, pikiran saya sudah lebih plong dan saya tidak lagi memaksakan diri untuk lembur-lemburan. Sekitar bulan Februari ...

Living on My Own

Pada tahun-tahun terakhir kuliah, kondisi kesehatan ayah saya tiba-tiba memburuk. Beliau sempat berminggu-minggu di rumah sakit akibat serangan jantung dan radang organ dalam. Bisnis pun sedang lebih banyak rugi daripada untung, ditambah biaya rumah sakit, hutang keluarga jadi menumpuk. Setelah lulus kuliah saya bekerja secara freelance supaya bisa menjaga ayah sampai kondisi kesehatannya berangsur membaik. Ada teman kuliah yang ngajakin sekolah bahasa di Jepang supaya bisa cari kerja di sana. Sebenarnya bukan investasi yang jelek, dan teman-teman saya pada akhirnya cukup sukses bisa bekerja di sana. Tapi mana mungkin kepikiran ingin nerusin sekolah dalam kondisi carut marut. ^^; Yang penting ayah saya sehat dan kami survive dulu saja lah. Rumah kami akhirnya dijual untuk menutup hutang, kemudian kami pindah menumpang kontrak di rumah saudara yang berbaik hati menampung. Sekamar kami tidur berempat untuk menghemat listrik. Memiliki atau mengkoleksi barang menjadi kemewahan ...