Pada tahun-tahun terakhir kuliah, kondisi kesehatan ayah saya tiba-tiba memburuk. Beliau sempat berminggu-minggu di rumah sakit akibat serangan jantung dan radang organ dalam. Bisnis pun sedang lebih banyak rugi daripada untung, ditambah biaya rumah sakit, hutang keluarga jadi menumpuk. Setelah lulus kuliah saya bekerja secara freelance supaya bisa menjaga ayah sampai kondisi kesehatannya berangsur membaik. Ada teman kuliah yang ngajakin sekolah bahasa di Jepang supaya bisa cari kerja di sana. Sebenarnya bukan investasi yang jelek, dan teman-teman saya pada akhirnya cukup sukses bisa bekerja di sana. Tapi mana mungkin kepikiran ingin nerusin sekolah dalam kondisi carut marut. ^^; Yang penting ayah saya sehat dan kami survive dulu saja lah. Rumah kami akhirnya dijual untuk menutup hutang, kemudian kami pindah menumpang kontrak di rumah saudara yang berbaik hati menampung. Sekamar kami tidur berempat untuk menghemat listrik. Memiliki atau mengkoleksi barang menjadi kemewahan ...